Sultan Budi Lenggono

ide besar untuk majunya jiwa

11:24

Peran Guru untuk Bangsa

Diposkan oleh SultanBudiLenggono

Guru. Dialah orang membuatku seperti sekarang ini, berpendidikan, berkarakter, dan berprofesi. Kuucapkan terima kasihku untukmu, dan dedikasi sepenuhnya untukmu tanggal 25 November. Dan hari-hari berikutnya dedikasi masih untukmu.

Peran guru dalam mencerdaskan bangsa tentu sangat urgen. Semua orang yang telah sukses tentu tak lepas dari peran dan jasa para guru yang telah mendidik mereka sejak kanak-kanak hingga dewasa.

So, marilah kita dedikasikan hidup dan karya kita untuk guru-guru kita. Hidup guru.

[+/-] Lengkap...

11:17

Sultan Budi Lenggono

Diposkan oleh SultanBudiLenggono

Profil penulis blog ini.


Nama penulis blog ini adalah Budi Lenggono, S.Pd., MCH., CHt.
Profesi : guru, trainer, motivator, professional hypnotherapist, dan penulis.
Kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah tahun 1984.

Motto: "Berkarya untuk kebaikan"

[+/-] Lengkap...

15:51

Hipnoterapi dan Training

Diposkan oleh SultanBudiLenggono

Di solo ada lembaga hipnoterapi dan training yang siap melayani kawula muda dan masyarakat luas untuk berbagai keperluan ketentraman jiwa dan motivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan diridhoi Allah. Lembaga ini tampil di kancah perhipnosisan dengan berbagai persepsi yang kini perlu diklarifikasi dan dibedakan, mana yang positif dan manakah yang negatif. Dengan semangat membantu sesama dan mewujudkan iklim sosial yang damai dan bersemangat ketuhanan, lembaga ini memfasilitasi untuk selalu berorientasi pada perbaikian diri dan pengabdian kepada Allah, Tuhan semesta alam.

NYala logo

Hipnoterapi bersama :
1. Sultan Budi Lenggono, S.Pd., CHt. (Certified of Hypnotherapist)
2. Fatkhuroji, ST, MCH. (Master of Clinical Hypnotherapist)

Training Motivasi bersama:
1. Muhammad Ihsan Fauzi, S.Si., MM.
2. Rosnendya Yudha Wiguna, SH.


Personal kontak:
Oji: 08179492553


[+/-] Lengkap...

13:31

Apa itu Hipnotis?

Diposkan oleh SultanBudiLenggono

Hipnotis bukan seperti yang dituduhkan oleh berbagai pihak yaitu sering digunakan untuk kejahatan yang ada di pinggir jalan. Ilmu hipnotis sesungguhnya sangat mulia karena ilmu ini bisa diterapkan untuk berbagai keperluan serta memberikan manfaat terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Hipnosis / Hypnosis bukanlah magic atau gaib, tetapi metode ilmiah yang mudah dipelajari oleh siapa saja termasuk orang awam sekalipun. Ilmu ini bersumber dari Wina, Austria dan kini telah berkembang pesat di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Bahkan, hipnotis adalah fenomena. Semua orang mengalaminya. Saat ia tertawa karena membaca buku. Saat seseorang menangis saat menonton sinetron. Saat seseorang membeli barang karena tertarik (padahal tidak sedang memerlukannya). Semua itu adalah sekedar sedikit contoh fenomena hipnosis.

Mungkin, orang salah menilai hipnotis. Orang cenderung menegatifkan istilah ini ke dunia hitam.Padahal Rosulullah mengajak istri, Abu Bakar dan para pengikutnya untuk masuk Islam menggunakan mekanisme hipnosis. Jadi, siapapun mereka (baca: manusia) terlibat dalam fenomena hipnosis.Namun, sekarang istilah ini menjadi populer karena faktor bahasa dan sosialisasi istilah.

Di dunia modern seperti sekarang ini, hipnotis terlanjur tercitrakan sedemikian rupa sehingga menumbuhkan berbagai persepsi. Nah, di sini saya ingin memaparkan hipnotis sesuai keadaannya. Hipnosis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah proses komunikasi yang dilakukan seseorang yang melibatkan emosi dan imajinasi secara berulang dan dengannya mampu memunculkan ide dan wawasan tertentu untuk menimbulkan keinginan tertentu seperti persuasi, deskripsi, menyemangati, atau keperluan biasa lainnya. Adapun Hipnotis berarti orang yang melakukan/menyengaja menghipnotis.

Setiap orang pada prinsipnya melakukan hipnosis untuk dirinya sendiri. Orang makan karena menghipnotis dirinya secara tak langsung untuk makan. Orang mengendarai motor tanpa berpikirlagi dimana letak rem dan gas. Orang dengan sukarela berjalan menuju tempat kerja atau sekolah. Seseorang lupa terhadap janji. Seseorang lupa hari ini dan tanggal sekarang. Dan, masih banyak contoh lainnya yang mungkin anda semua mampu menyebutkannya sendiri, bahkan terlibat di sana. Jadi sebenarnya, seseorang umumnya 'mengizinkan' dirinya untuk terlibat dalam hipnosis sehari-hari (baca: fenomena hipnosis). Lalu, prinsip ini diolah dan dipelajari sehingga dapat diterapkan untuk tujuan tertentu, seperti untuk hiburan, forensik, terapi, bahkan disalahgunakan untuk kejahatan (misal: gendam). Nah, untuk mengaplikasikannya, seseorang dapat mempelajarinya secara ilmiah. Adapun jika dimiliki (bukan dipelajari) dengan cara negatif seperti ritual, minta bantuan jin atau sejenisnya itu adalah hipnotis aliran nonilmiah yang jelas dilarang dalam Islam agama yang lurus. So, tergantung orangnya apakah orang baik ataukah tidak.

Untuk belajar hipnotis, diperlukan fokus dan konsentrasi yang tinggi. Mempelajari ilmu hipnotis bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi sangat mungkin untuk dilakukan jika ada kemauan. Apalagi sekarang sudah banyak seminar hipnosis / pelatihan hipnotis di sejumlah kota di Indonesia.

Ilmu gendam adalah bagian dari hipnotis. Hipnotis jenis ini adalah aksi dari seseorang yang ditujukan kepada orang lain dengan tujuan-tujuan tertentu dengan cara melemahkan daya fikir dan konsentrasi korban, yang biasanya melalui tatapan mata atau suara dengan nada berwibawa yang tak jarang disertai sentuhan pada korban yang telah jatuh mentalnya. Sugesti juga merupakan bagian dari hipnotis. Sugesti ada yang positif dan ada juga yang negatif.

Hipnotis tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang karena tidak semua orang bisa terhipnotis. Untuk melakukan hipnotis, diperlukan mental yang sangat kuat. Orang yang bermental lemah tidak dapat melakukan hipnotis kecuali melalui cara supranatural dimana sejatinya bukan dia yang menghipnotis orang lain melainkan tenaga halus di luar dirinya yaitu jin. Begitu pula sebaliknya, orang yang bermental kuat tidak akan mudah untuk terhipnotis, itulah sebabnya, kebanyakan yang terkena hipnotis adalah perempuan. Meskipun tidak sedikit laki-laki yang bisa terkena hipnotis. Untuk menghipnotis orang lain diperlukan konsentrasi cukup tinggi sehingga akan sulit menghipnotis lebih dari seorang, sekalipun di tempat umum si penghipnotis tidak akan berani menjalankan aksinya ketika ada orang ketiga di situ, kecuali dia adalah komplotannya atau sama-sama bermental lemah.

Tips paling mudah untuk menghindari terkena hipnotis adalah jangan sekali-kali anda tatap matanya atau mendengarkan omongannya dan menuruti permintaannya.


Hal-hal lain yang dianggap berkaitan dengan hipnotis

Membaca pikiran
Membaca pikiran orang lain di dalam islam hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki ketajaman firasat, itupun dengan syarat, orang tersebut harus benar-benar lurus dalam amal dan ibadahnya, sehingga dapat diyakini bahwa kelebihan yang dimilikinya adalah karunia Allah SWt. Adapaun jika orang tersebut berakhlak buruk, ditambah amal dan ibadahnya tidak beres maka ketajaman yang dimilikinya tidak lebih dari informasi dari jin yang memberitahukan kepadanya tentang apa yang ada dalam fikiran orang lain, caranya melalui informasi berantai yang diberikan oleh qarin ( jin yang ditugaskan menemani manusia sejak lahir hingga meninggal) kepada jin, lalu jin ini memberitahukannya kepada tuannya.

Telepati
Telepati adalah bertukar fikiran atau berbicara dengan orang lain dalam jarak jauh. Sebagai manusia biasa, pasti tidak akan mampu melakukannya, karena tidak bisa menembus batas ruang dan waktu. Nabi, para sahabat dan tabiin serta salafushaalihin tidak ada yang melakukan hal semacam ini. Satu-satunya peristiwa yang mendekati masalah ini adalah karamah Umar bin Khattab yang dapat memberi komando kepada Sariyah, panglima perangnya yang berada di asbahan, sedangkan Umar berada di Madinah.

Satu hal yang perlu dimengerti dan disadari, tipu daya setan memang sangat canggih, karena tidak jarang untuk memperdayakan manusia dengan cara-cara yang berbau islami, misalnya harus berpuasa sekian puluh hari, tidak boleh melakukan ini dan itu dan seterusnya, sehingga si pelaku akan terperdaya dan melakukannya hanya untuk mendapatkan ilmu ini dan ilmu itu, bukan semata-mata karena Allah SWT.

Mengosongkan hati dan pikiran dari segala hal adalah bukan ajaran islam karena itu sama saja dengan membukakan pintu masuk bagi setan untuk menyesatkan yang benar. Allah SWT memerintahkan untuk selalu mengiungat-Nya di setiap tempat dan waktu. Untuk itu jika anda sedang mempelajari sesuatu, tenaga dalam misalnya, kemudian anda disuruh mengosongkan pikiran anda, jangan anda lakukan, karena ilmu yang akan anda miliki adalah ilmu setan (jin) atau merupakan tanda terima kasih setan atas peluang yang telah anda berikan. Anda mempunyai kelebihan memukul jarak jauh, sejatinya bukan anda yang pukul, melainkan setan (jin) yang melakukannya. Jadi mengosongkan fikiran hati dari segala hal kecuali Allah dengan penuh khusyu dan konsentrasi, karena mengosongkan hati dan fikiran, berbeda dengan berkonsentrasi.



[+/-] Lengkap...

13:03

Pacaran Terselubung

Diposkan oleh Citizen SMAITNH

Pacaran adalah yang hal yang lumrah di mata masyarakat yang sudah tercemari dengan pemikiran liberal. Sudah tidak ada kata 'malu' di dalam dan di luar hati para pelakunya. Justru orang lain yang melihatnya bisa lebih malu dari pada pelakunya.

Jika tidak berhati-hati, seseorang bisa terjerat jaring pacaran ini. Walaupun ia merasa sudah berprinsip untuk menghindari pacaran. Untuk itu, kehati-hatian menjadi alarm otomatis yang harus sudah terinstall dalam diri kita.

Di sini, kita tidak membicarakan orang yang telah berprinsip itu, tetapi kita akan menyindir dan melirik orang-orang yang tertarik oleh jaring pacaran. Sebagai contoh, pacaran terselubung.

Ini adalah salah satu bentuk pacaran yang tidak kasat mata. Hal ini dikarenakan orang lain tidak dapat mengetahui secara pasti mengenai hubungan yang mereka jalin, kecuali bagi orang-orang tertentu yang memang lihai dalam mengamati perilaku orang lain.

Mereka merasa bahwa hanya dengan cara sembunyi-sembunyilah pacaran dapat dilakukan. Terasa aman dan ada tantangan tersendiri. Jauh dari jangkauan orang tua dan guru, apalagi anak-anak. :D
Hal yang mungkin bisa dilakukan untuk menunjang pacaran terselubung itu antara lain ada beberapa model:
1. model satu aktivitas (dalam organisasi, mengajar TPQ, dalam satu sekolah, dll)
2. model barter (pinjam-meminjam buku dan tukar-menukar isi flashdisk)
3. model komunikasi via sms dan internet.

Salah satu hal yang kini lagi tren adalah komunikasi via internet, baik lewat friendster atau lewat facebook. Mereka sangat mahir dalam menggunakan fitur-fitur yang ada. Bagi pasangan yang awet pastinya akan memakai fitur-fitur khusus, seperti album private yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu, mengirim pesan lewat fitur pesan tertutup atau pake fitur chatting, atau menggunakan banyak nickname hanya untuk mengelabuhi teman atau orang lain. Bagi pasangan yang baru pedekate atau pura-pura enggak pacaran tetapi sebenarnya 'ada rasa', mereka tentu sedikit berani pasang tulisan secara terbuka pada dinding facebook orang yang disukanya.

Awalnya dipicu oleh kekaguman, iseng, atau kebetulan semata. Mereka hanya berkomunikasi secara wajar layaknya teman biasa. Kedua kalinya mulai berani bercanda-canda. Ketiganya sudah menjadi akrab. Keempat dan seterusnya, komunikasi mulai tertutup (hanya untuk berdua) dan mulai mencari waktu yang sama untuk melakukannya... dan pada gilirannya... terjadilah komitmen dan muncul kesepakatan 'mari jaga baik-baik rahasia kita'. Trik selanjutnya:
1. pura-pura putus hubungan dengan menunjukkan konten/isi secara terbuka mengenai percakapan yang saling serang, saling caci, saling benci, atau sejenisnya biar orang-orang melihatnya hal ini sebagai bukti bahwa mereka sudah tidak sejalan dan rahasia mereka lebih terjaga.
2. menuji sesuatu (nama benda, klub olah raga, atau apapun kesukaan sang 'ehm' itu) juga secara terbuka
3. tanpa alasan yang jelas,mulai vakum lama dari komunitas, tujuannya adalah berganti komunitas atau melakukan pertemuan secara lebih serius dan tertutup. Dan ini sudah tidak lagi menjadi pacaran terselubung, tetapi sudah pacaran serius.
Biasanya mereka mulai sedikit mengabaikan dampak-dampak yang bakal menimpanya. Padahal mereka tahu, dampaknya akan pahit. Tapi prinsip 'cinta' membutakan segalanya. Dan... ujung dari petualangan mereka adalah PENYESALAN.

[+/-] Lengkap...

09:36

Debat opini 2: Pilpres Harapankah?

Diposkan oleh Citizen SMAITNH

Pemilu Presiden secara langsung untuk kali kedua bakal digelar tanggal 8 Juli 2009 untuk putaran I. Apabila ada putaran II akan dilaksanakan pada 8 September 2009. Hal ini akan kembali menguras energi rakyat Indonesia untuk sekedar memilih satu pasang calon presiden dan wakil presiden yang masih menyisakan tanda tanya. Apakah pemimpin terpilih mampu memimpin Indonesia agar menjadi maju? Atu justru masih saja berkembang, atau bahkan berkempis, atau mundur? Banyak orang bilang bahwa pemimpin yang terpilih merupakan cerminan rakyatnya. Gampangnya, kalo pemimpinnya bodho berarti mayoritas rakyatnya masih bodho, kalo pemimpin gak bisa memberantas korupsi dengan tuntas berarti mayoritas rakyatnya masih doyan disuap materi (money politic).

Pilpres mendatang mau tidak mau masih tetap akan bermasalah manakala kesalahan-kesalahan pada pemilu legislatif 9 April 2009 kemarin urung dibenahi. KPU bilang, daftar pemilih tetap pileg kemarin dijadikan daftar pemilih sementara untuk pilpres mendatang. Yang jadi pertanyaan, mengapa tidak ada anulir untuk nama-nama yang terbukti telah meninggal dunia? Mengapa KPU tidak merujuk data kependudukan yang up to date? Jangan-jangan birokrasi sengaja dibikin bobrok dan nggak mau tahu-menahu tentang data kependudukan? Bukan begitu Pak Lurah, Pak Camat, dan Pak Bupati/Pak Wali?

Kata KPU, "Pemilih yang dapat menggunakan hak pilihnya yakni yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap di tempat pemungutan suara". Dari pernyataan ini telah jelas bahwa tidak setiap warga negara berhak menggunakan hak suaranya jika tidak terdaftar. Ini masih menyisakan pertanyaan tentang manipulasi data oleh aparat desa yang tidak bertanggung jawab. Ini akan terasa tidak adil bagi mereka yang masih tidak terdaftar lagi di kemudian hari.

Eeeh, baru-baru ini KPU gak mau capek-capek, mungkin KPU kasian dengan aparat desa sehingga warga yang kemarin gak terdaftar di DPT harus aktif sendiri mendaftar. TIDAK ADA PELAYANAN SAMA SEKALI DARI PEMIMPIN. Ini adalah indikasi bahwa para pemimpin seperti ini layak diganti.

Kata KPU, "Bagi pemilih tambahan, yakni pemilih yang karena suatu hal tidak dapat memilih di tempat ia terdaftar, dapat menggunakan hak pilihnya di TPS lain dengan membawa formulir A-7". Lagi-lagi ini tidak praktis bagi mereka yang sering bekerja di luar kota atau jauh dari tempat tinggal yang bersangkutan terdaftar. Mengapa tidak pakai KTP saja? Toh kemungkinan kecil mereka mencoba untuk memilih dobel seandainya tanda tinta telah mencoblos berfungsi dengan baik. Mengapa harus pake formulir segala. A7 lagi, apaan itu. Tidak semua orang bisa memahami mekanisme ini. Bagaimana jika ada tempat-tempat umum yang dijaga polisi atau tentara yang khusus melayani masyarakat yang kebetulan tidak bisa mencontreng di TPSnya? Hanya cukup menunjukkan KTP. Jika rumahnya dekat maka yang bersangkutan tidak boleh mencontreng di situ. Lalu, jika kertas suara tidak mencukupi maka petugas sudah mengantisipasinya dengan adanya jalur komunikasi antarTPS khusus ini.

Terlepas dari ruwetnya teknis di lapangan, kita sedikit bicarakan hal yang tidak kalah penting, bahkan lebih penting. Pendaftaran bagi bakal calon presiden dan wakil presiden akan dibuka mulai 10 hingga 17 Mei 2009 setelah penetapan hasil pemilu legislatif 2009. Pada saat artikel ini diketik sudah muncul nama pasangan capres-cawapres yang marak dikabarkan media. Mereka adalah 1) M. Jusuf Kalla - Wiranto dari Partai Golkar dan Partai Hanura; 2) Megawati Soekarno Putri - Prabowo Subyanto dari Partai DIP dan Partai Gerindra (masih goyah alias belum pasti). Masih ada lagi kemungkinan muncul nama satu lagi pasangan capres-cawapres yang akan diusung oleh Partai Demokrat, yakni capres Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini masih enggan menunjukkan nama cawapresnya. Mungkin ini merupakan strategi tersendiri bagi partai tersebut.

Calon presiden dan wakil presiden di atas diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi atau memperoleh 25 persen dari suara sah nasional dalam pemilu legislatif. Hal ini meminimalisir jumlah pasangan capres-cawapres yang akan ditandingkan. Entah tujuan utamanya apa, tentunya ada maksud tertentu dari pembatasan ini. Maklum yang membuat aturan kan wakil-wakil partai besar yang ada di DPR.

Apapun yang diputuskan DPR, yang penting untuk diperhatikan (dan masih ditunggu) adalah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon independen untuk ikut bergabung dalam panggung kompetisi pilpres. Hal ini akan memicu persaingan ketat dan sehat. Misalnya, mulai lahir peraturan yang lebih memprioritaskan kualitas capres dan cawapres dari segi pendidikan dan kesehatan. Tapi itu semua masih penuh aroma pro-kontra. Sebab bisa jadi ada isu penghambatan terhadap tokoh-tokoh elit tertentu padahal sebenarnya untuk satu tujuan: Indonesia maju dan sejahtera. Bagaimana menurut Anda?

Terlepas dari itu, ada usul yang menarik dari Mas Yusuf Mansur (pendiri Pondok Pesantren Penghafal Al Qur'an Internasional): Seandainya para pemimpin atau calon pemimpin masih beritikad baik maka mereka pastinya mau duduk bersama. Contoh konkret: adakan pertemuan rutin dengan cara sholat jumat bersama di masjid Istiqlal. Imamnya: Hidayat Nur Wahid; Khotibnya: Susilo Bambang Yudhoyono dan digilir seterusnya: M. Yusuf Kalla, Wiranto, Prabowo Subiyanto, dan para menteri serta tokoh-tokoh yang beragama Islam. Demikian juga tokoh-tokoh yang beragama selain Islam, mereka seharusnya ada pertemuan kebangsaan sekaligus pertemuan keagamaan di tempat peribadatan mereka masing-masing yang bertujuan sama, yakni untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Jika para pemimpin dan tokoh elit hanya berseteru dari tahun ke tahun, mau jadi apa negeri ini? Negeri ini sudah cukup terhina oleh belang para pemimpinannya dahulu. Untuk itu, Pilpres mendatang hendaknya menjadi gerbang menuju perubahan kepemimpinan bangsa untuk perbaikan negeri ini. Apakah pilpres mendatang benar-benar jadi harapan kita?

[+/-] Lengkap...

14:12

Debat Opini: Carut Marut Pemilu

Diposkan oleh SultanBudiLenggono

Di Indonesia ada sistem politik. Dengan adanya sistem politik ini, warga negara Indonesia dapat melangsungkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan lazim. Untuk saat ini, kita hidup dalam sistem demokrasi Pancasila. Segala undang-undang dan peraturan yang ada lahir dari dasar negara kita ini, termasuk konstitusi kita (baca: UUD 1945).

Dengan adanya sistem politik ini maka muncullah fenomena pemilu (pemilihan umum) untuk memilih wakil rakyat dan atau presiden dan wakilnya. Dengan demikian, setiap rakyat berhak dicalonkan/mencalonkan diri untuk dipilih menjadi wakil rakyat, presiden, atau wakil presiden. Tentu saja jika telah memenuhi syarat sebagaimana diatur oleh konstitusi dan UU.

Berbicara tentang pemilu terlebih pemilu di tahun 2009 akan mengarahkan kita untuk berbicara kesemrawutan 'sistem teknis' di lapangan. Dari ketidakakuratan DPT (Daftar Pemilih Tetap), tertukarnya surat suara dari suatu dapil (daerah pemilihan) ke dapil lainnya, tinta ballpoint yang macet, tinta pewarna jari yang mudah luntur, sampai dengan kinerja KPPS yang kurang piawai. Belum lagi adanya money politic (bagi-bagi uang) atau politik dagang sapi yang banyak di kampung-kampung. Ini sudah menjadi rahasia umum. Ujung-ujungnya, hal ini membuat permasalahan tersendiri bagi tegaknya demokrasi.

Orang bilang ini bagian dari jaman edan. Nek ra edan ra keduman (kalau gak ikut gila gak kebagian). Akhirnya, apa yang didapat? Orang menganggap yang tidak lazim menjadi lazim. Para caleg sibuk menjual barang berharga, berhutang jutaan rupiah, sampai melakukan yang haram-haram demi mengusung agendanya ke panggung parlemen. Kalu yang diusung adalah misi perbaikan sih tidak jadi soal. Ada saja yang tidak jelas visi dan misinya, asal main uang, bisa terpilih jadi anggota dewan. Hal ini pun mengantarkannya ke dunia glamor dan penuh biaya yang pada buntutnya ia pun melakukan korupsi untuk mengembalikan uangnya yang telah dibagi-bagikan saat sebelum pemilu. Benar-benar gila, uang 50 ribu jadi remeh saat itu. Suara pun bisa dibeli rupanya...

Ada lagi, ada kecurangan di sana-sini misalnya adanya penggelembungan suara akibat kong-kalikong antara parpol tertentu dengan KPPS atau perbedaan selisih suara antara penghitungan suara di TPS dengan di Kecamatan, Kabupaten/Kota, sampai Provinsi. Harusnya 'kan nggak beda? Aneh.

Belum lagi kita dapat berita: Banyak caleg yang mengidap stres berat yang dapat mengantarkannya pada kegilaan atau bunuh diri. Bukan itu saja, caleg yang sudah dijamin jadi saja ada yang dikejar-kejar agar segera merealisasikan janjinya. Ngasih modal, ngasih mobil, ngasih HP, dan ngasih materi lainnya.

Apakah itu semua terjadi karena warga negara belum memperoleh pendidikan politik secara benar dan sehat? Atau sebagian besar warga negara masih doyan disuap materi demi kepentingan pribadi dan golongan? Atau karena kemiskinan dan rusaknya fasilitas umum sengaja didesain (dibiarkan lestari) untuk komoditas politik lima tahunan? Atau masih banyak opini lainnya terkait denga permasalahan pemilu di negeri ini?

Nah, dari permasalahan itu mungkin pembaca sekalian punya opini atau, bahkan punya solusi? Silakan berdiskusi secara arif, santun, dan tidak menghakimi. :)

[+/-] Lengkap...